Slide Show

Maret 14, 2016

Salt to The Sea





Judul Buku :  Salt to The Sea
Penulis : Ruta Sepetys
ISBN : 978-0-698-17262-3
Penerbit : Philomel Books


The sound of children screaming, wood splintering, and life departing roared from behind.


Di tengah-tengah perang, harapan sekecil apapun pasti akan dicari dan dipegang sebagai tempat bertumpunya kekuatan untuk hidup. Begitu pula dengan kelompok kecil yang dipimpin Joana, seorang perawat di usia awal dua puluhan. Bersama seorang lelaki pembuat sepatu, seorang anak lelaki berusia 6 tahun yang yatim piatu, seorang gadis buta, dan seorang wanita yang bertubuh besar bernama Eva, mereka berjalan di tengah hutan yang penuh salju menuju pelabuhan, tempat kapal-kapal harapan akan membawa mereka pergi dari kekejaman perang.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang gadis muda bernama Emilia dan seorang anak muda Jerman bernama Florian. Awalnya Eva menolak dua orang tersebut bergabung di kelompok mereka. Tetapi Florian terluka, dan naluri kemanusiaan Joana terdesak untuk merawat pemuda itu bersama Emilia. Singkat cerita, mereka berhasil mencapai pelabuhan yang penuh sesak manusia dan barang. Mereka masih harus mengurus administrasi dan pemeriksaan bawaan sebelum diperbolehkan naik ke kapal.
Maret 10, 2016

Surga Retak




Judul Buku : Surga Retak
Penulis : Syahmedi Dean
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 488 halaman
Cetakan pertama : Juli 2013
ISBN : 9789792296327

Jangan pernah remehkan kata hati. Itulah kelemahan kau, meremehkan hati kau sendiri.

Suri tak tahu kemana Bapak akan membawa pergi dia dan Fatma, saudara kembarnya. Di tengah malam mereka meninggalkan rumah, berkendara motor bertiga meskipun Fatma dalam keadaan demam. Bagaimanalah pula nasib mereka kelak, apakah mereka bisa sekolah lagi? Bagaimana pula dengan Murad, anak lelaki yang akhir akhir ini jadi satu satunya sahabat Suri? Ah hidup memang berat, meskipun di tanah Deli yang makmur ini, hanya kaum ataslah yang kekayaannya berlimpah. Apalagi bapak hanya senang bermain judi, jarang pulang ke rumah, dan sekarang malah entah mereka kabur ke mana. Bapak berkendara seperti dikejar setan saja.

Rupanya Bapak mengajak mereka pindah ke kampung lain di Baturaja. Di sana mereka diperkenalkan kepada Tante Nur, wanita yang akhir akhir ini menempel terus dengan Bapak. Mungkin Bapak sedang jatuh cinta dengan wanita itu, meskipun ia sudah beranak satu, Rohana namanya. Meski awalnya Suri dan Fatma membenci Rohana dan Tante Nur, tapi lama kelamaan mereka sudah merasa menjadi keluarga.

Suatu hari setelah perkenalan Suri dengan Nek Gintung, seorang dukun terkenal di kampung tersebut, Suri mengetahui banyak rahasia dalam hidupnya dari wanita tua itu. Tentang bapak juga tentang masa depan Suri. Sampai takdir membawa Suri pergi melarikan diri dari kampung tersebut, meninggalkan orang orang tercintanya.

Kisah hidup Suri buat saya cukup menarik dan.. yah, amat memusingkan ((Mwahahah)). Saya capek mengamati hidup Suri yang jumpalitan nggak karu-karuan. Beruntung tokoh Suri adalah sosok yang ceplas-ceplos, apa adanya tapi juga lugu. Ia tak sungkan mengungkapkan pikiran atau perasaannya terhadap orang lain. Pandai bergaul dengan orang baru, dan hampir selalu mengingat nasihat nasihat kebaikan dari ibunya dulu. Paras Suri pun cantik, tapi dia tidak tinggi hati bahkan selalu merasa rendah diri. Dia menghormati sekaligus membenci kehidupannya yang susah dan keras.
Maret 09, 2016

Bekisar Merah






Judul Buku : Bekisar Merah
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 358 halaman
ISBN : 9789792266320


Di desa Karangsoga, mata pencaharian utama masyarakatnya adalah penyadap nira. Demikian pula dengan suami Lasi, Darsa, yang berangkat setiap sore untuk mengumpulkan hasil sadapannya di pagi hari. Suatu sore, hujan turun dengan derasnya bersama petir yang menggelegar. Naluri penyadap Darsa tahu bahwa sebaiknya ia tak nekat pergi mengumpulkan hasil sadapan. Tetapi jika ia tak pergi, bagaimana ia akan memberi makan istrinya, sebab jika hasil sadapan itu dibiarkan semalam maka tak akan ada gula bagus untuk dihasilkan. Beruntung seketika langit menghentikan tumpahan airnya, diiringi doa Lasi, berangkatlah Darsa memanjat pohon pohon yang tingginya bisa mencapai puluhan meter. 

Malang tak dapat ditolak, Darsa jatuh dari pohon. Lasi dan keluarganya bergegas mencari kesembuhan bagi Darsa, mulai dari puskesmas sampai ke dukun, semua diusahakan oleh keluarga miskin tersebut. Dasar Darsa, setelah kesembuhannya, ia malah menghamili wanita lain. Tak tahan dengan rasa malu dan kemarahan yang dihadapinya, Lasi kabur ke Jakarta dengan menumpang truk gula. Dengan kecantikan keturunan Jepang yang ia miliki, Lasi dengan mudah menjadi sumber perhatian lelaki.

Tapi Lasi hanyalah wanita desa yang lugu dan taat adat, ia masih punya malu dan harga diri meski akhirnya mau juga ia diperistri oleh seorang pembesar di Ibukota. Handarbeni sangat memanjakan Lasi, diberikannya sebuah rumah mewah, dibiarkannya Lasi berbelanja ini itu dan banyak hal lainnya yang memuaskan Lasi secara materi. Tapi dia merasa ada yang kurang dan hilang dalam hatinya sampai ia bertemu dengan Kanjat, Lelaki masa lalunya.

Bagaimana kemudian kisah cinta Lasi dengan Kanjat?
Maret 07, 2016

Wintergirls





Judul Buku : Wintergirls
Penulis : Laurie Halse Anderson
Tebal : 278 halaman
ISBN : 9780670011100


You gotta accept that and let the flow carry you, stop resisting.


Wintergirls terkenal di kalangan pembaca novel young adult yang suram. Bercerita tentang Lia, gadis ini baru saja kehilangan Cassie yang meninggal dunia di sebuah kamar hotel sendirian. Mereka dulu bersahabat, sampai tak berapa lama persahabatan itu putus dan mereka berdua menjauh satu sama lain.

Lia merasa kehilangan Cassie tapi ia tidak berani menceritakannya kepada orang lain. Terutama karena kedua orang tuanya tak menyukai Cassie dan menganggap gadis itu hanya memberikan pengaruh buruk kepada Lia. Yang tak seorang pun tahu, pada malam kematiannya, Cassie menghubungi Lia berpuluh kali tetapi tidak satupun panggilan itu dijawab oleh Lia.

Terdorong rasa bersalah serta mungkin karena tubuhnya dalam kondisi tidak sehat, Lia merasa terus dihantui oleh Cassie. Bayangan Cassie hadir di kamarnya, di lorong sekolahnya, bahkan di kantor psikiater tempat Lia berkonsultasi. Cassie terus mendorong Lia untuk menyelesaikan kompetisi mereka, siapa yang memiliki berat badan paling kecil, maka dia yang akan menang.
Maret 06, 2016

We Have Always Lived in The Castle







Judul Buku :  We Have Always Lived in The Castle
Penulis : Shirley Jackson
ISBN : 978 1101 530 658
Penguin Classic Deluxe Edition, 160 pages

Keluarga Blackwood meninggal dunia akibat keracunan, menyisakan tiga anggota keluarga yang kini tinggal di kastel mereka di tepi desa. Merricat, Constance dan Uncle Julian tinggal bersama dalam rumah yang megah namun terisolasi dari masyarakat sekitar. Setiap dua minggu sekali, Merricat pergi ke desa untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga serta terkadang meminjam buku-buku.

Orang-orang sejak dulu tak pernah suka dengan keluarga Blackwood, demikian pula terhadap anggota keluarga mereka yang tersisa. Bagi mereka, kastel Balckwood menyimpan misteri sama seperti penghuninya, juga misteri tentang kematian keluarga besar Blackwood yang dicurigai memang sengaja diberi racun.

Anak anak kecil di desa bahkan memiliki nyanyian tentang keluarga Blackwood yang tersisa.
Merricat, said Connie, would you like a cup of tea?
Oh, no, said Merricat, you’ll poison me.
Merricat, said Connie, would you like to go to sleep?
Down in the boneyard ten feet deep!

Suatu hari, sepupu mereka yang bernama Charles datang ke kastel. Lelaki yang berusia tak berbeda jauh dengan Constance itu mencari-cari harta milik keluarga Blackwood yang tersimpan. Dia bahkan menempati kamar milik ayah Merricat dan Constance, menggunakan pipa tembakaunya, membuka kotak perhiasan dan berbagai kelakuan lainnya yang membuat Merricat geram. Charles juga membuat perhatian Constance teralihkan. Jika biasanya Constance selalu mengiyakan kemauan Merricat, kali ini ia mulai menolak kemauan adik perempuannya tersebut dan lebih memilih mengutamakan Charles.

Salam,

Salam,