Judul buku : Eleanor Oliphant is Completely Fine
Penulis : Gail Honeyman
Narator : Cathleen McCarron
Penerbit : Clipper Audiobooks
Tahun terbit : 2017
11 jam audiobook
These days, loneliness is the new cancer—a shameful, embarrassing thing, brought upon yourself in some obscure way. A fearful, incurable thing, so horrifying that you dare not mention it; other people don’t want to hear the word spoken aloud for fear that they might too be afflicted, or that it might tempt fate into visiting a similar horror upon them.
Eleanor adalah seorang wanita berusia tiga puluhan yang terlihat biasa-biasa saja. Ia bekerja di bagian finance, tinggal sendiri di sebuah flat, tidak memiliki teman dan hidupnya berjalan sesuai dengan rutinitas. Suatu hari komputernya bermasalah dan ia harus memanggil orang IT di kantornya untuk membantu memperbaiki komputernya. Teknisi itu bernama Raymond.
Pertemuan Eleanor dengan Raymond berikutnya terjadi ketika mereka hendak pulang. Di perjalanan, mereka melihat seorang lelaki tua yang tiba-tiba jatuh dan seluruh belanjaannya berserakan. Raymond dan Eleanor membantu lelaki itu dengan memanggilkan ambulance dan tim medis. Semenjak itu Eleanor mulai sering berinteraksi dengan Raymond.
Dari awal cerita, pembaca akan menemukan ada yang tidak biasa dalam pribadi dan keseharian Eleanor. Karena ini diceritakan dari PoV Eleanor, kita akan banyak menemukan percakapan dalam benak Eleanor yang tersusun dengan logis. Ia tidak merasa perlu berteman dengan banyak orang karena ia sudah terbiasa sendiri. Ia tidak dekat dengan kolega kantornya, karena menurutnya tidak banyak keuntungan yang bisa diambil dari kedekatan tersebut. Bagi Eleanor hitam adalah hitam dan putih adalah putih. Ia akan melaksanakan apa yang menurutnya benar untuk dilakukan atau dikatakan tanpa merasa sungkan.
Pembaca juga sedikit demi sedikit diberi petunjuk tersembunyi tentang apa rahasia Eleanor di masa lalu. Luka di wajah dan tangan, perasaan takut akan kegelapan, kunjungan petugas sosial, serta rutinitasnya menelepon si Mummy - ibunya setiap Rabu malam. Dari sini kita juga bisa tahu siapa pemeran antagonisnya. Interaksinya dengan ibu si Raymond juga membuat Eleanor memikirkan ibunya sendiri. Ada hal yang membuat pembaca bertanya-tanya mengapa ibu Eleanor begitu tajam kata-katanya. Ama anaknya sendiri padahal.
Eleanor begitu sopan dalam berkata-kata, ia tegas dan berbicara dengan lengkap sehingga orang tidak salah menafsirkan kalimatnya. Meski begitu kita bisa melihat sisi Eleanor yang lain ketika ia mulai berinteraksi dengan orang lain bersama Raymond. Sisi yang rapuh dan tidak ingin menyakiti hati orang lain.
I wasn't good at pretending, that was the thing
Membaca cerita Eleanor juga membuat pembacanya kadang terpesona sekaligus tersenyum-senyum karena kepolosannya, tingkahnya seringkali malah jadi konyol. Seperti ketika ia merasa hampir mati dan seorang mengetuk pintu flatnya, alih-alih ia diam saja, ia membukakan pintunya.
I finally managed to open the door, but couldn’t raise my head, didn’t have the strength to look up. At least the banging had stopped. That was my only objective.
“Jesus Christ!” a man’s voice said.
“Eleanor Oliphant,” I replied.”
yhe kan, dia malah kenalan.
Daripada makin spoiler, mending coba baca deh bukunya. Kabarnya ini juga akan dijadikan series/film oleh Reese. Saya penasaran siapa yang akan jadi Eleanor, dan mungkin bakal nonton. :)
Be First to Post Comment !
Posting Komentar